Bangga..! inilah kekayaan Alam dan Kekayaan Budaya Cilacap

Cilacap merupakan salah satu kabupaten dari Provinsi Jawa Tengah, yang wilayahnya terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Kabupaten Cilacap memiliki luas permukaan 225.360.840 hektar, atau sekitar 6,94% dari total luas provinsi Jawa Tengah. Di sebelah timur, Kabupaten Kebuen dan Kabupaten Banyumas berbatasan di utara, Kabupaten Brebes utara dan Kabupaten Kuningan (Jawa Barat) di barat laut.

Kabupaten Cilacap sebenarnya adalah kabupaten yang kaya, hanya dilihat oleh lokasi geografis di selatan adalah Samudra Hindia yang secara otomatis Cilacap kaya akan sumber daya kelautan. Lokasinya yang strategis dekat laut membuat Cilacap tempat peristirahatan bagi kapal-kapal besar dan memungkinkan daerah ini untuk dikembangkan sebagai kawasan industri.

Saat ini di Kabupaten Cilacap kita memiliki area khusus untuk pengembangan industri, atau kawasan industri Cilacap (KIC). Dengan adanya industri ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah sehingga pembangunan di Kabupaten kemajuan Cilacap sebagai kota industri lainnya di Indonesia.

Tanah yang subur membuat Cilacap juga kota yang kaya pertanian dan perkebunan dapat meningkatkan standar hidup masyarakat menjadi lebih baik.

Tidak hanya itu kaya kekayaan alam, tetapi Cilacap juga kaya akan budaya bahasa dan seni gaya yang berbeda dari daerah lain.

Saat ini hanya ada beberapa budaya dari Cilacap, seperti:
Sedekah Bumi (Cilacap Utara dan Tengah),
Kuda Kepang (Kawunganten),
Reog (Maos dan Sampang),
Sholawatan (Cimanggu),
kotekan Lesung (Kesugihan),
Calung (Binangun),
Calung Sunda (Dayeuhluhur),
Baritan (Nusawungu),
Rebab Sholawatan Ngelik (Cipari),
Nyadran (Adipala),
Buncis (Kroya),
Marawis (Karangpucung),
Muyen (Bantarsari),
Kudalumping Begalan (Kedungreja),
Tayub Jaipong (Wanareja),
Rampak Kendang (Patimuan),
Jaran Kepang (Jeruklegi) dan
Sedekah Laut (Cilacap Selatan).

Sebagai daerah di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, Cilacap memiliki keragaman budaya. bernuansa Sunda, Jawa, dan kultur campuran antara Jawa-Sunda.

Masyarakat Cilacap dikenal sebagai bagian dari masyarakat dan budaya Banyumas. Namun, bagian dari budaya mulai digantikan oleh derasnya arus modernisasi.

Orang-orang dari Cilacap yang merupakan bagian dari masyarakat Banyumas yang terkenal dengan cara mereka berbicara "menumpulkan" (Blaka suta). Hal ini juga dapat dilihat dari tokoh wayang gambar yang menjadi idola, yaitu "Carub / Bawor" yang tidak sutati, berani dan cerdas. Dalam menangani masalah, mereka cenderung berbicara atau terus terang mengungkapkan pendapat mereka dengan segala resiko.

Dalam kehidupan masyarakat Cilacap dan Banyumas masyarakat pada umumnya, ada slogan yang merupakan dasar dari filsafat sosial, bahwa "gemblung-gemblung kari rubung " yang berarti gemblung-gemblung asal bersama.

Gelar ini juga bisa berarti bahwa unit adalah hal yang paling penting dalam kehidupan masyarakat. Saling membantu dan toleransi menjadi semacam pedoman dalam hidup. Pada intinya, mereka yang lebih mampu secara sukarela berbagi dengan orang-orang yang tidak bisa.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bangga..! inilah kekayaan Alam dan Kekayaan Budaya Cilacap"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel