Cilacap Menuju Daerah Produsen Bawang

CILACAP- Kabupaten Cilacap melalui pergerakan yang dilakukan Dinas Pertanian bersama pihak terkait, pada tahun ini tengah bersiap menuju daerah produsen bawang.

Penyiapan itu akan diawali dengan perintisan tanam bawang di sejurnlah daerah prospektif. Terhitung, ada 9 kelom- pok tani yang digadang-gadang menjadi duta perintisan.

Para kelompok tani itu tersebar pada 8 desa, dalam 5 kecamatan. Masing-masing Desa Padangsari dan Muyasari, Ke- camatan Majenang, Cijati dan Karangsari (Cimanggu), Banjarsari dan Pakis (Nusawungu), Panulisan Barat (Dayeuhluhur), serta DesaBunton.

Menurut Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap,Ir Bambang Setiawan MM, untuk perintisan tani bawang itu, sudah disiapkan benih untuk dikembangkan pada lahan seluas 30 hektare.

Masing-masing 20 hektare bawang merah, dan selebihnya bawang putih. Benih itu merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, melalui  Kementerian Pertanian.

"Untuk perintisan tani bawang, akan ditanam  20 hektare bawang merah, dan  10 hektare bawang putih. Secara umum  untuk wilayah yang masuk sasaran perintisan, itu kesemuanya sudah  siap," kata Bambang Setiawan, akhir pekan kemarin.
Cilacap Menuju Daerah Produsen Bawang
Sesuai rencana, perintisan tani bawang akan mulai direalisasikan  dalam bulan April- Mei mendatang.
Adapun untuk saat ini, tengah  masuk dalam tahap penyiapan. "Untuk program tanam bawang dari  kami, itu benar-benar baru. Jadi penting untuk disiapkan secara  matang," katanya.

Pada akhir-akhir ini, untuk tahapan penyiapan lahan di masing-  masing wilayah sudah sampai penentuanlahan. Secara umum, penanaman bawang akan memanfaatkan sawah tadah hujan.
Lahan-lahan tersebut, sejauh ini sudah disurvei oleh pihaknya, dan  dipandang cukuplayak untuk dikembangkan tanaman yang umumnya  dijadikan bumbu dapur itu. "Jadi secara umum, kesemuanya sudah  siap, sehingga tinggal realisasinya. Seperti di Desa Karangsari  (Kecamatan Cimanggu), yang kami survei kemarin-kemarin ini, di  sanalahannya sudah siap," kata dia.

Dia menjelaskan, perintisan tani bawang menjadi upaya pihaknya,  dalam memperkaya produktivitas pertanian honikultura. Halitu dipan-   dang penting, karena Kabupaten Cilacap memiliki lahan yang cukup   luas.

Sudah begitu, sejumlah lahan yano dimiliki, tergolong cocok untuk pengembangan tani bawano. "Lahan pertanian Cilacap di sejumlah wilayah. dalam pengamatan kanii tidak jauh berbeda dengan di Brebes, yang selama ini dikenal menjadi produsen utama bawang. Sehingga kami mencoba merintisnya, supaya ke depan, Cilacap juga bisa menja- di daerah produsen bawang." kata dia.

Lebih dari itu. perintisan tani bawang menjadi upaya pihaknya, untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Mengingat, stok bawang yang selama ini mengisi pasar, maupun yang dikonsumsi masyarakat, itu umumnya berasal dari luar daerah. Untuk stok bawang merah di sejumlah wilayah eks distrik Majenang, misalnya, mengandalkan produksi dari Brebes dan Pati.

Adapun di pasaran, selain cabai. bawang menjadi salah satu kebutuhan penuno masyarakat yang harga jualnya tergolong paling fluktuatif. "Nah, dengan penanarnan yang dilakukan, nantinya diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasar, sehingga tanpa harus mengandalkan pasokan dari luar daerah dan bisa menjaga stabilitas harga," kata dia.

Oleh karena iru, pihaknya mendorong kepada para petaru yang ditunjuk. supaya memiliki semangat tinggi dalam pelaksanaan perintisan. Demikian halnyadengan para penyuluh pertanian. maupun pihak terkait, supaya aktif dan lebih maksimal dan melakukan pendampingan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cilacap Menuju Daerah Produsen Bawang"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel