Sejarah Cilacap, Raja-raja Kadipaten Dajeuhluhur

Daerah Kadipaten Majenang atau yang lebih dikenal dengan Kadipaten Dajeuhluhur adalah sebuah daerah Kadipaten yang lebih dahulu mempunyai pemerintahan jika dibanding dengan Tjilacap.

Tentang Kadipaten Dajeuhluhur dapat dikisahkan bahwa sejak semula daerah ini diperintah oleh Adipati bernama Gagak Ngampar atau Banyakngampar seorang putra dari Prabu Linggawesi Rahiang Dewa Niskala dari kerajaan Pakuan Parahiyangan yang memerintah pada sekitar tahun 1467-1474.
Raden Arya Gagakngampar atau Banyakngampar mempunyai dua orang putra masing-masing Ki Hadeg Tjiluhur dan Ki Hadeg Tjisagu.

Yang menggantikan Arya Gagakngampar adalah putra Ki Hadeg Tjiluhur bernama Ngabehi Arsagati dan kemudian digantikan oleh putranya bernama Ngabehi Reksagati.

Pemerintahan selanjutnya Ngabehi Raksagati digantikan oleh putranya Ngabehi Reksapraja yang kemudian diganti pula oleh putranya Ngabehi Wirapraja. Kyai Wirapraja mempunyai tiga orang putra masing-masing Nyai Ronggo Wirapraja, Ngabehi Wiradika dan Nyai Wirasari.

Ngabehi Wiradika selanjutnya mengganti menjadi Adipati Dajeuhluhur, seteah Kiyai Ngabehi Wirapraja memegang pemerintahan. Putra Nyai Ronggo Wirapraja menggantikan Ngabehi Wiradika menjadi Adipati dengan gelar Ngabehi Wiradika II.

Bupati terakhir Kadipaten Dajeuhluhur adalah putra Kiyai Wiradika II yang kemudian bergelar Raden Tumenggung Prawiranegara yang memerintah Kadipaten Dajeuhluhur sampai dengan 1831.

Sejak semula Kadipaten Dajeuhluhur tidak masuk dalam wilayah Banyumas tetapi mempunyai jalur hubungan langsung dengan Kasunanan Surakarta.

Baru setelah selesainya perang Diponegoro pada tahun 1830 dan dimulainya pemerintahan Hindia Belanda di Banyumas, Kadipaten Dajeuhluhur masuk menjadi wilayah Residentie Banyumas.

Raden Tumenggung Prawiranegara sebagai Adipati Dajeuhluhur yang terakhir akhirnya dibuang oleh Belanda ke sebuah tempat di Sumatera (Padang), dengan alasan telah membun*h dua orang abdi dalem Kadipaten Dajeuhluhur. Menurut kisahnya Raden Tumenggung Prawiranegara membun*h abdi dalemnya itu dalam keadaan tidak sadar (menderita sakit ingatan).

Sejak dibuangnya Raden Tumenggung Prawiranegara ke Padang, maka dihapuslah Kadipaten Dajeuhluhur.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Cilacap, Raja-raja Kadipaten Dajeuhluhur"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel