Episode 17 - Akhir Riwayat Cerita Kadipaten Donan

Sebagai akibat dari kepergian Bagus Santri dari daerah Kadipaten Donan yang kemudian disusul pula perginya Istri sang Adipati yang tidak tntu kemana arah tujuannya, rakyat Kadipaten Donan menjadi bingung, bagaikan perahu kehilangan kemudinya.

Beberapa orang penduduk yang juga ikut merasa berterimakasih kepada Bagus Santri yang telah dapat melenyappkan Burung Garuda Beri pembuat malapetaka di kadipaten Donan, banyak pula yang pergi dengan maksud mencari Bagus Santri. Satu demi satu penduduk Donan mulai pergi meninggalkan daerahnya yang pada akhirnya daerah Donan menjadi sunyi kembali.
Makam Daun Lumbung
Makam Daun Lumbung yang terletak di Jl. Veteran Cilacap

Sekian tahun lamanya daerah Kadipaten Donan berubah kemudian menjadi daerah yang sunyi.
Kadipaten Donan yang semula sudah dihuni oleh penduduk di bawah kepemimpinan seorang Adipati yang bernama Ronggosengoro kemudian menjadi daerah yang sunyi dan akhirnya menjadi hutan kembali. Sampai di sinilah akhir dari riwayat kejayaan Kadipaten Donan.

Pada saat daerah Donan di bawah pimpinan Adipati Ronggosengoro, ketika itu di tanah Jawa telah mulai dengan masuknya dan mulai adanya penyebaran Agama Islam.

Bagus Santri atau Santri Undig yang menjadi tokoh dalam medan pertempuran melawan Garuda Beri yang mengganggu segenap ketenteraman masyarakat Donan, konon adalah salah satu diantara anggota walisongo yang bernama Sunan Kalijaga.

Bagus Santri yang telah melenyapkan Garuda Beri itu pun berhasil pula mengembangkan dan menyebarkan ajaran Agama Islam di daerah pntai atau pesisir selatan pulau Jawa yang berhadapan dengan Pulau Nusakambangan yang saat itu disebut dengan daerah Kadipaten Donan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Episode 17 - Akhir Riwayat Cerita Kadipaten Donan"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel