Episode 14 - Santri Undig Meninggalkan Kadipaten Donan dan Keberadaan Pusaka Tilam Upih

Setelah Burung Garuda Beri pembawa bencana dan malapetaka di Kadipaten Donan berhasil dilenyapkan, maka bersuka ria lah seluruh masyarakat dan penduduk di Kadipaten Donan.
Betapa tidak, dengan musnahnya Burung Garuda Beri, berarti lenyap pula malapetaka yang selalu mencekam hati setiap manusia di Kadipaten Donan sampai pada Adipati Donan yang memimipin kala itu.
Santri Undig Meninggalkan Kadipaten Donan dan Keberadaan Pusaka Tilam Upih
Ilustrasi saat Santri Undig Memohon Diri kepada Adipati Ronggosengoro
Lebih gembira lagi hati sang Adipati Ronggosengoro, ketika mendengar bahwa Santri Undig telah berhasil melenyapkan Burung Garuda Beri yang menjadi musuh ganas dan menjadi ancaman setiap warga Kadipaten Donan.

Untuk menyambut kemenangan Santri Undig yang telah mengalahkan Burung Garuda Beri, maka diadakanlah pesta pora di Kadipaten Donan sampai beberapa hari lamanya.

Santri Undig telah keluar sebagai pemenang sayembara yang dikeluarkanoleh sang Adipati Donan, dan berhak menerima hadiah yang telah dijanjikan oleh adipati, yaitu putri yang cantik jelita, putri satu-satunya dari Adipati Ronggosengoro.

Pada suatu pagi yang cerah, dipanggillah Santri Undig oleh sang Adipati untuk menghadap.
Ketika Santri Undig telah menghadap, Adipati Ronggosengoro memancarkan rasa gembira yang teramat sangat atas segala hasil yang telah diperoleh Santri Undig. Didekatinya Santri Undig, dipeluknya erat-erat sebagai tanda terimakasih Sang Adipati. Ucapan dan pujian tidak henti-hentinya disampaikan sang Adipati kepada Santri Undig.

Sedang Santri Undig dengan tenangnya menerima segala pujian yang keluar dari hati tulus Sang Adipati.
Namun, Santri Undig yang telah berhasil mengalahkan Burung Garuda Beri tanpa segala pamrih bagi kepentingan dirinya, tetapi mutlak bagi keselamatan dan ketenteraman penduduk Kadipaten Donan. Juga mengenai hadiah “Putri Jelita” bagi pemenang sayembara pun tidak terlintas di hati Santri Undig serta tidak secara mutlak harus menerimanya.

Karena itu, ketika Adipati Donan secara resmi menyerahkan apa yang telah dijanjikan kepada Santri Undig atau Bagus Santri, diterimanya pula “Hadiah Putri” itu dan akan diteruskan serta dihaturkan kepada Adipati Limbangan yang bergelar Adipati Blagong.

Tersebutlah kemudian, Santri Undig memohon diri setelah menerima hadiah “Putri Jelita” itu.
Karena diliputi rasa gembira yang tak terhingga, Adipati Donan ternyata terlupa untuk memimta kembali Cis Tilam Upih yang pernah dipinjamkannya kepada Santri Undig untuk melawan Burung Garuda beri.

Betapa gembiranya hati Adipati Limbangan ketika Santri Undig menghadap dengan mengiring putri yang cantik jelita dari Kadipaten Donan. Setelah istirahat sejenak, mulailah Santri Undig menceritakan pengalamannya, melawan Burung Garuda Beri sampai musnah. Hadiah sayembara berupa putri yang cantik jelita dari Adipati Donan kemudian diserahkan kepada Adipati Blagong dengan permohonan agar segera dijadikan istri yang sah.

Pada suatu malam, kembali Santri Undig menghadap Adipati Blagong untuk memohon diri melanjutkan pengembaraannya. Mendengar permohonan Santri Undig itu, Adipati Blagong sebenarnya merasa sangat keberata, karena sang Adipati merasa belum bisa membalas budi pada Santri Undig.

Namun demikian, Santri Undig tetap pada pendiriannya. Dan setelah menyampaikan sembah, ia meninggalkan Kadipaten Limbangan melanjutkan pengembaraannya meneruskan dakwah Islam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Episode 14 - Santri Undig Meninggalkan Kadipaten Donan dan Keberadaan Pusaka Tilam Upih"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel