Episode 11 - Santri Undig Mengikuti Sayembara Melawan Burung Garuda Beri

Kesedihan Adipati Ronggosengoro rupa-rupanya belum saatnya berakhir. Hingga akhirnya pertolongan tiba.

Pada suatu hari, ketika sang Adipati tengah duduk sambil merenungkan nasib buruk rakyatnya, tiba-tiba datanglah menghadap seorang pemuda yang tampan raut mukanya dan nampak halus perangainya.
Santri Undig Mengikuti Sayembara Melawan Burung Garuda Beri

Yang datang tidak lain adalah seorang perjaka Santri Undig yang juga disebut sebagai Bagus Santri dengan maksud ingin mengikuti sayembara. Ketika diterima menghadap Sang Adipati, ditanya apa maksud kedatangannya, Santri Undig menghaturkan keinginannya untuk menghamba di Kadipaten Donan.

Pekerjaan apa saja yang diberikan oleh Adipati Donan, Santri Undig akan melaksanakannya dengan patuh.

Setelah mendengar kedatangan Santri Undig di Kadipaten Donan, Sang Adipati dengan tulus menyatakan tidak keberatan dan mengabulkan permohonan Santri Undig untuk mengabdikan diri di Kadipaten Donan, asal Santri Undig itu sanggup dan dapat memenuhi syarat sang Adipati. Permintaan sebagai syarat mutlak untuk Santri Undig dapat menetap dan bekerja di kediaman Adipati ialah, Santri Undig harus sanggup dapat melenyapkan Burung Garuda Beri yang selalu mengganggu ketenteraman daerah Donan itu.

Syarat yang berat itu diterima oleh Santri Undig. Sekalipun Ia tahu bahwa memusnahkan Burung Garuda Beri bukanlah pekerjaan yang mudah dan ringan. Ia tahu pula, tidak sedikit adipati dan adipati anom yang mundur dan gugur karena tidak mampu melawan Burung Garuda Beri itu.
Tetapi di samping terselip perasaan berat, Santri Undig merasa gembira juga karena dengan menempuh jalan itu, maksud dan tujuan utama dalam pengembaraannya ke daerah pantai selatan dapat terwujud dan berhasil, yakni mendapatkan kembali pusaka ampuh Cis Tila Upih. Yang sudah lama dicarinya.

Setelah beberapa waktu menetap di Kadipaten Donan, Santri Undig telah pula mengetahui akan segala liku dan keadaan daerah Kadipaten Donan, maka suatu hari Santri Undig menghadap sang Adipati. Kepada sang Adipati Donan disampaikanlah permohonan antara lain: sebelum melenyapkan Burung Garuda Beri, terlebih dahulu mohon dibuatkan “Pondok bertiang”(Panggok) yang berukuran setinggi manusia. Juga mohon dibuatkan lobang yang dalamnya setinggi manusia. Santri undig juga mohon disediakan kain putih selebar hasta. Permintaan terakhir yang agaknya mengejutkan sang adipati, ialah agar santri undig diperkenankan meminjam pusaka berupa Cis Kyai Tilam Upih.

Semua permintaan santri undig dengan mudah dikabulkan. Hanya satu yang sang adipati merasa keberata untuk mengabulkannya, yaitu permohonan untuk meminjam Cis Kyai Tilam Upih. Hal itu dapat diduga sebelumnya karena Cis Tilam Upih merupakan sebuah pusaka ampuh yang tidak sembarang orang dapat menggunakannya. Lagipula tidak sembarang orang kuat atau tahan memegangnya kalau bukan seorang pilihan.

Namun demikian, setelah didesak berulang kali oleh santri Undig, dan sang Adipati yang fikirannya selalu diliputi oleh keinginan agar Burung Garuda beri itu cepat dimusnahkan, maka akhirnya Adipati Donan mengabulkan permintaan Santri Undig untuk meminjamkan pusaka Cis Kyai Tilam Upih guna melenyapkan Burung Garuda Beri itu.

Cis Kyai Tilam Upih pada akhirnya diserahkan dari tangan sang Adipati kepada Santri Undig, sebagai senjata ampuh melenyapkan Burung Garuda Beri itu.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Episode 11 - Santri Undig Mengikuti Sayembara Melawan Burung Garuda Beri"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel