Episode 10 - Melawan Garuda Beri, Sayembara yang Tak Kunjung Selesai

Melawan Garuda Beri, Sayembara yang Tak Kunjung Selesai
Ilustrasi Adipati yang sedang memberikan sayembara melawan Burung Garuda Beri
Marilah sejenak kita menengok kembali Kadipaten Donan yang diliputi suasana lengang dan penduduknya selalu diliputi kecemasan akibat gangguan yang dibuat oleh burung Garuda Beri.
Sebagai Adipati yang arif dan bijaksana, Adipati Donan yang bergelar Adipati Ronggosengono hatinya merasa lebih menderita lagi memikirkan wilayah yang tenteram dengan penduduknya yang hidup dengan damai dan sejahtera, mendadak berubah menjadi daerah yang penuh dengan gelisah, senantiasa diintai oleh malapetaka, berupa gangguan burung garuda beri itu.

Dalam kedukaan campur gelisah, Sang Adipati siang malam menanti tentang kabar sayembara yang telah disebarkan keluar batas wilayahnya itu. Apakah kiranya ada manusia yang berani memasuki ayembara yang bertaruhkan nyawa itu. Beliau sudah membayangkan sendiri, bahwa kalau tidak merasa dirinya pemberani dan sakti, kiranya tidak seorangpun yang berani berlaga melawan Burung Garuda Beri yang terkenal kuat dan ganas itu. Bisa melenyapkan Garuda Beri, atau sebaliknya, terbunuh oleh burung raksasa itu. Salah satu dari dua hal itu merupakan akibat dari pertarungan dengan Burung Garuda.

Sebulan serasa setahun, setahun serasa sewindu, begitulah Sang Adipati Donan menanti kelanjutan dan hasil dari penyebaran sayembaranya.

Rupa-rupanya sayembara Adipati Donan itu menarik perhatian adipati-adipati anom dari daerah lain. Maka mulailah berdatangan orang-orang berpangkat yang ingin melaju ke gelanggang pertempuran ingin mencoba kesaktiannya dan melenyapkan Burung Garuda Beri si pengacau itu.

Yang mendorong para adipati dan adipati anom itu memberanikan diri berlaga melawan Burung Garuda Beri, tiada lain adalah hadiah yang di siapkan oleh Adipati Donan, yaitu seorang putri yang cantik jelita yang disediakan untuk diperistri oleh siapa saja yang mampu melenyapkan Burung Garuda Beri itu.

Soal melepaskan rakyat dari rasa takut dan cemas, adalah nomor dua. Nomor satu adalah berhasil melenyapkan Burung Garuda Beri itu, dan akan menjadi menantu dari Adipati Donan dan selalu berdampingan dengan putri yang canitk jelita.

Dengan berdatangannya orang-orang memasuki sayembara itu, hati Adipati Donan merasa agak lega. Penderitaan batinnya menjadi sedikit berkurang. Tetapi apa yang diharapkan ternyata belum juga dapat terlaksana.

Para adipati dan adipati-adipati anom dari berbagai wilayah yangsudah mencoba berlaga, tak seorang pun berhasil memusnahkan Burung Garuda Beri itu. Semuanya menyerah kalah dan tak sanggup menghadapi kekuatan dan keganasan burung raksasa itu.

Apalagi mati, cedera sedikitpun tidak, burung garuda itu justru menjadi semakin ganas karena marah selalu diburu oleh manusia.

Tidak sedikit di antara adipati dan adipati anom itu, waktu mengundurkan diri dai medan laga, menderita cedera atau luka-luka karena terkena cakar dan paruh garuda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Episode 10 - Melawan Garuda Beri, Sayembara yang Tak Kunjung Selesai"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel