Episode 13 - Akhir Riwayat Burung Garuda Beri, Sejarah Ketapang Dengklok dan Kalipanggang

Rasa sakit yang diderita dan dirasakan akibat tusukan Cis Tilam Upih setelah Burung Garuda Beri bertarung dengan Santri Undig pada sebelah pahanya itu kian menjadi dan menyebabkan Garuda Beri itu terbang tidak menentu arah. Dan pada akhirnya Garuda beri yang terluka dan merasakan sakitnya bukan kepalang, hinggaplah di pohon ketapang yang amat besar di tepian pantai selatan.

Akhir Riwayat Burung Garuda Beri
Karena begitu beratnya tekanan burung Garuda, pohon ketapang yang dipakai untuk bertengger menjadi bengkok dan hampir menyentuh tanah. Sebentar burung garuda beri bertengger di pohon itu, karena rasa sakitnya itu, lalu dikibaskannya kedua sayapnya untuk terbang lagi.

Goresan dari Cis Tilam Upih yang amat ampuh itu membuat penderitaan burung Garuda Beri semakin menghebat.

Sejarah Ketapang Dengklok dan Kalipanggang

Tanpa keseimbangan terbang dan dengan gerakan yang kian lamban, burung garuda itu melayang ke arah barat. Pada akhirnya karena keampuhan Cis Tilam Upih yang sudah menggores dan melukai burung raksasa itu menyebabkan jatuhnya Burung Garuda Beri di tepian sungai yang mengalir tidak jauh dari bengawan Donan di tepian sebelah timur.

Menurut cerita, tempat dimana tumbuh pohon ketapang besar ditepian pantai yang digunakan sebagai tempat bertengger dan bengkok karena beratnya burung garuda itu kemudian orang menyebutnya grumbul Ketapang Dengklok.

Bangkai burung garuda beri yang jatuh dekat tepian anak sungai, sampai berhari-hari tanpa ada tangan manusia yang berani menyentuhnya. Bulu-bulu garuda beri makin hari makin merontok karena teriknya matahari yang akhirnya tinggal daging dan tulang belulangnya. Bangkai burung nampak nyata dan mirip seperti daging yang dipanggang. Dari kisah ini, anak sungai yang bermuara di bengawan Donan, dekat jatuhnya garuda beri, kemudian orang menyebutnya dengan KALIPANGGANG.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Episode 13 - Akhir Riwayat Burung Garuda Beri, Sejarah Ketapang Dengklok dan Kalipanggang"

Posting Komentar

Terimakasih mengirim komentar, Anda akan mendapat tanggapan dari kami secepatnya, Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel